Sebagai seorang guru privat Bahasa Inggris, hal yang jadi makanan nomor satu saya adalah memperbaiki penggunaan Bahasa Inggris yang salah. Memang setiap murid memiliki masalah yang berbeda-beda, tapi secara garis besar, biasanya semua murid memiliki 2 masalah besar:
1. Keliru memahami Structure dan Grammar, dan
2. Terlalu terobsesi dengan Structure dan Grammar.
Lho, kok...??
Begini, satu hal yang nampaknya benar-benar sudah tertanam di benak hampir semua siswa di Bumi Pertiwi ini adalah bahwa hal yang paling penting sedunia dalam mempelajari Bahasa Inggris adalah Grammar dan Structure. Rasa-rasanya kalau bisa menguasai Grammar dan Structure, pasti kita bisa menguasai bahasa ini dengan baik, dan akan segera bisa berbicara Inggris dengan cas cis cus. Sayangnya, ini pemahaman yang sungguh keliru.
Begini, satu hal yang nampaknya benar-benar sudah tertanam di benak hampir semua siswa di Bumi Pertiwi ini adalah bahwa hal yang paling penting sedunia dalam mempelajari Bahasa Inggris adalah Grammar dan Structure. Rasa-rasanya kalau bisa menguasai Grammar dan Structure, pasti kita bisa menguasai bahasa ini dengan baik, dan akan segera bisa berbicara Inggris dengan cas cis cus. Sayangnya, ini pemahaman yang sungguh keliru.
Coba kita pikir-pikir sebentar, kalau memang benar teori ini benar, kenapa banyak sekali siswa kita yang tidak bisa menggunakan Bahasa Inggris setelah mempelajarinya di sekolah paling tidak 9 (sembilan!) tahun? Selama bertahun-tahun mereka mempelajari Grammar melulu, kok tidak selesai-selesai? Apakah karena kebanyakan murid-murid kita kurang cerdas? Saya sendiri rasanya kok tidak setuju. Apalagi sejauh pemahaman saya, pembelajaran bahasa (apapun) ternyata tidak ada hubungannya dengan IQ.
"Selama bertahun-tahun mereka mempelajari Grammar melulu, kok tidak selesai-selesai?"
"Selama bertahun-tahun mereka mempelajari Grammar melulu, kok tidak selesai-selesai?"
Sebenarnya masalahnya cukup sederhana. Bahasa itu bukan sains, bukan matematika. Tujuan utama pembelajaran ilmu eksakta seperti matematika adalah agar suatu saat nanti siswa bisa menggunakan formula-formula matematika untuk melakukan perhitungan kompleks dan memecahkan berbagai permasalahan.
Lah kalau bahasa ya jelas tujuannya sangat berbeda, yaitu untuk berkomunikasi! Dan dalam berkomunikasi, kita cukup berurusan dengan kalimat-kalimat, yang dimana logika berbahasa seringkali tidak selaras dengan logika matematis. Lalu bagaimana mungkin kita bisa menggunakan model pembelajaran matematika untuk pembelajaran bahasa??
Ini bisa dilihat juga dalam beberapa kalimat Bahasa Indonesia. Kita seringkali menggunakan kata "tidak karuan" untuk menggambarkan situasi yang berantakan dan kacau. Namun apakah kita pernah menggunakan kata "karuan" untuk menggambarkan sesuatu yang rapi dan teratur?
"Wah, kamarmu karuan sekali ya...", atau, "Anton orangnya sangat karuan. Lihat saja meja belajarnya". Kalau seperti ini malah jadi bahan bercandaan, padahal bukannya secara logika sebenarnya masuk akal?
Maka dari itu, dalam pembelajaran bahasa, daripada berkelut dengan segala macam intrik gramatikal, sebenarnya akan jauh lebih efektif bila kita fokus pada penggunaan kalimat-kalimat yang sudah baku, kalimat-kalimat yang umumnya dipakai para penutur asli. Ada beberapa keuntungan bila hal ini dilakukan. Pertama, kalimat-kalimat ini sudah tersusun dengan rapi dalam bentuk yang gampang dipahami oleh penutur aslinya, sehingga pasti tidak akan menyebabkan salah paham. Justru kita akan dianggap lebih menguasai bahasa tersebut karena mampu menggunakan bentuk kalimat setingkat native speaker. Kedua, kalimat-kalimat tersebut sudah mengandung logika bahasa yang tepat, sehingga penggunaannya secara teratur akan membentuk "perasaan bahasa" di dalam diri siswa secara alami (dan secara alam bawah sadar / subconscious).
"dalam pembelajaran bahasa, daripada berkelut dengan segala macam intrik
gramatikal, sebenarnya akan jauh lebih efektif bila kita berfokus pada
penggunaan kalimat-kalimat yang sudah baku"
Saya beri contoh nyata salah satu murid saya. Siswa saya ini sekarang SMP, dan dia termasuk anak yang cukup spesial, karena awalnya anak ini sama sekali tidak mau belajar. Di kelas dia selalu ditertawakan teman-temannya saat mencoba menggunakan Bahasa Inggris, jadi lama kelamaan dia menjadi minder sendiri, dan malah berbalik jadi biang ribut di kelas. Anak ini sudah mau enam bulan privat di Ambassador bersama satu orang temannya (tapi temannya yang satu ini memang sejak awal model anak rajin). Nah, belakangan ini kalau kelas berakhir, dia dan temannya kadang bisa bicara seperti ini, "Mister, I haven't been picked up yet", tanpa kesulitan dan dengan pelafalan yang lumayan laah.
Coba kita perhatikan kalimat murid saya itu, apakah kalimatnya sederhana? Ya silahkan dinilai masing-masing apakah Present Perfect Passive (Have + Be + V3) itu termasuk struktur yang mudah atau sulit. Apakah saya pernah mengajarkan dalil struktur kalimat ini kepada anak spesial satu ini? Jelas tidak, lah dia levelnya masih elementary, bagaimana mungkin saya ajarkan structure yang model begituan? Bisa pusing pala berbi.
Lantas bagaimana kok anak ini bisa menggunakan kalimat tersebut? Ya sederhana saja. Setiap mau pulang saya pasti tanyakan "Guys, have you been picked up?" (apa kalian sudah dijemput?), lalu saya mengarahkan mereka untuk berkata, "Yes, we've been picked up", atau "No, we haven't been picked up". Lambat laun, struktuk kalimat itu lalu menjadi sesuatu yang natural buat mereka, dan sekarang tanpa perlu pikir panjang, mereka sekarang bisa menggunakan kalimat itu. Sederhana bukan? Pelan-pelan saya akan mengajarkan kalimat Past Perfect yang lain kepada mereka, seperti "The books have been printed", "The room has been prepared", dsb, dan pelan pelan, anak-anak ini akan menyerap bentuk kalimat Present Perfect Passive ini, walaupun belum pernah mempelajari struktur ini secara eksplisit. Ciamik bukan?
"pelan pelan, anak-anak ini akan menyerap bentuk kalimat Present Perfect Passive ini, walaupun belum pernah mempelajari struktur ini secara eksplisit. Ciamik bukan?"
"pelan pelan, anak-anak ini akan menyerap bentuk kalimat Present Perfect Passive ini, walaupun belum pernah mempelajari struktur ini secara eksplisit. Ciamik bukan?"
Kalau begitu, sebenarnya perlukah kita begitu terobsesi dengan pembelajaran segala peraturan grammar? Jawaban untuk pertanyaan ini cukup singkat: tidak perlu. Bahkan waktu bertahun-tahun yang kita habiskan untuk mempelajari grammar nampaknya sia-sia, karena pada akhirnya toh kita tetap tidak lancar bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris.
Faktanya begini, kebanyakan orang asing penutur asli tidak bisa menjelaskan struktur bahasa mereka sendiri. Tetapi saat mereka berbicara, umumnya kalimat-kalimat yang mereka gunakan akurat secara grammar. Sebaliknya, banyak sekali orang Indonesia yang bisa menjelaskan menjelaskan struktur Bahasa Inggris dengan piawai, tapi tidak bisa menggunakan bahasa tersebut tanpa tersendat-sendat.
Pertanyaannya sekarang begini, anda memilih yang mana, bisa menggunakan Bahasa Inggris dengan struktur yang tepat, atau sekedar bisa memahami saja? Monggo dijawab dalam hati masing-masing saja ya... :)
![]() |
| "REALLY SAFETY YOUR HUNGER" Bahasa Inggris model begini ini yang bikin eike sakit kepala. (-___-) |



No comments:
Post a Comment