Friday, November 18, 2016

ACTION VS. CONTINUOUS ACTION (TOBE JILID II)

ACTION Vs. CONTINUOUS ACTION
(Basic TOBE Jilid II)


Setelah membaca postingan terakhir tentang TOBE, mungkin teman-teman banyak yang lalu mulai menyadari pentingnya mengenali mana kata-kata yang bersifat menggambarkan (DESCRIPTION), dan mana yang menunjukkan aksi (ACTION).

Hal ini sangat berbeda dengan Bahasa Indonesia. Coba perhatikan ketiga kalimat ini:
“Ayah pegawai negeri” (Subj + Kata Benda)
“Ayah bekerja di dinas kesehatan” (Subj + Kata Kerja)
“Ayah bahagia saat gajian” (Subj + Kata Sifat)

Tidak ada perubahan yang mencolok dalam tata bahasanya, bukan? Ini membuat penggunaannya jauh lebih mudah, tinggal cari kata-kata yang cocok, lalu pasangkan, dan jadilah sudah.
Hal ini sama sekali bertolak belakang ketika kita dalam Bahasa Inggris, karena dalam penggunaannya, kita mesti tahu dulu fungsi utama kalimat kita (memberikan gambaran, atau menunjukkan aksi).

Prinsipnya sama seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya
  • Kalau mau menunjukkan aksi (VERB) hindari menggunakan TOBE.
  • Kalau kita memberikan gambaran (ADJECTIVE / NOUN / PREPOSITION), selalu gunakan TOBE.

Hal ini juga disadari murid-murid saya waktu baru belajar tentang TOBE ini umumnya juga berkomentar “Wah, berarti kita benar-benar harus jelas mana yang DESCRIPTION dan ACTION ya, Sir?” Dan jawaban saya selalu “YAP.”

Jadi, supaya kita bisa menggunakan TOBE dengan lancar, Kita harus benar-benar paham (bahkan hafal mati) berada dalam kategori mana kata-kata yang akan kita gunakan. 

Sebagai contoh:
VERB:    eat, drink, jump, sleep, run, walk, pray, speak, dst.                      (NO TOBE)
ADJ:       pretty, famous, honest, fair, slow, smart, patient, dst.                    (+TOBE)
NOUN: an accountant, a nurse, an astronaut, a foreigner, a believer, dst   (+TOBE)
PREP:    at the zoo, in my room, at home, at school, at the office, dst         (+TOBE)

Nah sekarang saya mau menjelaskan tentang ACTION lebih lanjut, khususnya mengenai perbedaan struktur ACTION dan CONTINUOUS ACTION.
Seperti penjelasan saya diatas, struktur ACTION pada dasarnya tidak memerlukan TOBE. Nampaknya jauh lebih sederhana bukan? Berarti kita tinggal mengafal semua verb yang ada, lalu beres, bukan?

Nah masalahnya begini, VERB itu bisa berubah-ubah bentuknya, dan tidak semuanya menggambarkan ACTION.

ACTION
Pertama
, struktur kalimat ACTION. Pada dasarnya, formula yang digunakan sangat sederhana.
 

Intinya adalah, semua VERB yang mau digunakan cukup ditempelkan pada SUBJECT yang ada, dan VOILA, jadi deh.

Nah yang perlu diingat adalah penggunaannya. Bentuk kalimat seperti ini cuma bisa digunakan pada kalimat-kalimat yang bersifat fakta, teratur, dan relatif permanen.

Contoh:
“I WAKE UP AT 7 IN THE MORNING”                          Saya SELALU bangun pagi jam 7
“THE EARTH REVOLVES AROUND THE SUN”          Bumi SELALU mengitari matahari.

CONTINUOUS ACTION
Sekarang, mari kita lihat bentuk yang agak berbeda, yaitu continuous action.
Kalimat CONTINUOUS ACTION menggambarkan kegiatan yang tengah berlangsung, atau bersifat sementara. Lebih mudah diingat: semua kalimat Bahasa Indonesia dengan kata SEDANG bisa diubah menjadi bentuk CONTINUOUS ACTION.

Format strukturnya seperti berikut:
 
 
Perhatikan TOBE dan VERB-ing yang berada dalam tanda kurung. Apa maksudnya? Begini, kalimat CONTINUOUS ACTION yang benar harus menggunakan TOBE dan Verb-ing, tanpa menghilangkan salah satunya

KESALAHAN2 UMUM
Kebanyakan kebingungan orang Indonesia dalam kedua struktur bahasa ini adalah mencampur-adukkan ACTION dan CONTINUOUS ACTION, dan tidak konsisten dalam penggunaan VERB, dan TOBE dan VERB-ing nya.

Sebagai contoh, banyak yang tidak mengetahui perbedaan VERB dan VERB-ing, lalu menggunakan keduanya dalam nyaris semua kalimat yang ada kata kerjanya.
Menggabungkan TOBE dengan VERB (Present/Past)

Misalnya:

“ANDY IS SLEEP”
Ketika TOBE bertemu dengan bentuk VERB dasar (dan bukan VERB-ing), TOBE di sini akan mengambil peran DESCRIPTION, sehingga arti kalimatnya akan berubah menjadi “Andi (ADALAH) tidur. Ini jelas salah. Kalau kalimat yang mau kita ungkapkan adalah “Andi SEDANG tidur” (Continuous), maka kalimat yang benar adalah “ANDY IS SLEEPING”.

“BILL WAS RAN”
Kesalahan diatas diperparah di sini karena adanya kebingungan dalam penggunaan PAST TENSE. Pertama, arti kalimatnya rusak “BILL (ADALAH) lari”, dan kedua, peraturan penggunaan PAST TENSE ‘CHANGE ONLY ONE!’ dilanggar. Kita cukup mengubah 1 KATA menjadi bentuk Past. Kalau kalimat yang mau kita ungkapkan adalah “Bill lari [kemarin]” (fakta), maka kalimat yang tepat cukup: “Bill RAN”

“TOM SLEEPING”
Kalimat ini salah karena menghilangkan TOBE dari bentuk kalimat CONTINUOUS ACTION. Kata ‘sedang’ dalam “Tom sedang tidur” secara lengkap diekspresikan dalam DUA bagian: TOBE dan VERB-ing. Kalimat yang tepat: “TOM IS SLEEPING


Yang perlu dipahami di sini adalah VERB dan VERB-ing sangatlah berbeda. VERB-ing merupakan perubahan dari VERB yang bisa mengambil fungsi yang beragam. VERB-ing bisa berperan sebagai NOUN, ADJECTIVE, ataupun CONNECTOR, tergantung posisinya. Jadi, dicampur-campur penggunaannya ya…

Singkatnya begini:

FAKTA, TERATUR, dan RELATIF PERMANEN

[S + VERB]
TENGAH BERLANGSUNG, atau BERSIFAT SEMENTARA (SEDANG)
[S + (TOBE+VERB-ing)]
PRESENT (V1)
I WATCH TV EVERY DAY
SONNY IS READING THE NEWSPAPER
PAST (V2)
CHARLIE SWAM REGULARLY
ALBERTY WAS RELAXING AT THE BEACH

Apakah sudah jelas? Kalau ada yang mau bertanya atau komen, silahkan tinggalkan pesan di comment box, ok? Thank you...


No comments:

Post a Comment